Saat Hidup tidak lagi bersahabat dengan kita... Tetap lah "pegang erat Tangan Tuhan" Jangan pernah kau berpaling dari NYA, sebab TUHAN lah sumber pertolongan kita kemarin, hari ini , besok dan untuk selama-lama nya...
Tampilkan postingan dengan label 10 Kenyataan Tentang Junk Food Yang Selama Ini Dirahasiakan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 10 Kenyataan Tentang Junk Food Yang Selama Ini Dirahasiakan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 April 2014

Peralatan Bayi, Dulu Dan Sekarang

Dari tahun ke tahun, ilmu pengetahuan terus berkembang. Contoh paling gampang, nih, misalnya jangka waktu pemberian ASIX. Dulu dikatakan cukup empat bulan pertama. Ternyata setelah melewati berbagai penelitian, nambah sedikit menjadi minimal enam bulan pertama. Sebagai orangtua, tentu sudah kewajiban kita, ya, Mommies, untuk mengikuti dan terus update informasi terkini.
Sudah bukan masanya percaya plek-ketiplek semua yang dikatakan orangtua/om/tante, apalagi kalau dasar alasannya cuma ‘katanya…’, bukan fakta ilmiah. Eh, membantah perkataan para tetua tidak berarti kita durhaka, lho, ya, hehehe.
Bagitu juga untuk urusan perlengkapan bayi. Apa yang dulu lumrah digunakan orangtua saat membesarkan kita, belum tentu sekarang penggunaannya masih dianjurkan. Setahu saya, setidaknya dua benda ini yang sudah tidak dianjurkan.
1. Gurita
Dulu:
Dipakai untuk mencegah perut bayi kembung, buncit, dan pusarnya bodong.
gurita
Sekarang:
Seketat apapun gurita diikat ke perut bayi, tidak membuat perut mengecil. Pasalnya, kulit-lemak-otot bayi masih tipis dan belum berkembang, sehingga perut kelihatan besar dan kembung. Nanti seiiring pertumbuhan bayi, perutnya secara alamiah akan mengecil.
Begitu juga dengan pusar bodong. Tanpa gurita, pusar bayi pun nantinya masuk dengan sendirinya. Tapi, ya, kalau memang bakatnya bodong, mau pakai gurita sekalipun tetap saja akan bodong :D
Gurita juga menyebabkan bayi sulit bernapas. Tidak seperti orang dewasa yang mengandalkan pernapasan dada, bayi masih dominan pernapasan perut.
Risiko lainnya, gurita dapat meningkatkan risiko gastroesofageal refluks (GER). GER adalah kembalinya makanan yang telah masuk ke dalam lambung. Isi lambung keluar, tetapi tidak sampai di mulut, melainkan hanya sampai di kerongkongan. Kondisi ini bisa menyebabkan dinding saluran makan terluka.
2. Baby walker
Dulu:
Dipakai untuk melatih kemampuan bayi berjalan, sekaligus ‘penghemat’ tenaga orangtua karena tidak perlu capek-capek menitah. Tinggal masukkan ke baby walker, bayi bisa leluasa ‘jalan’ ke sana ke mari.
baby-walker
*gambar dari sini Sekarang:
Sejak 1995, American Academy of Pediatrics tidak menganjurkan pemakaian baby walker karena rentan cidera. Di AS, puluhan bayi meninggal akibat kecelakaan di baby walker, mulai dari menggelinding di tangga, benturan keras di kepala, hingga tenggelam karena bayi meluncur ke kolam renang.
Baby walker juga disinyalir justru menghambat perkembangan motorik kasar. Menurut sebuah studi pada 109 bayi yang dipublikasi di Journal of Developmental and Behavioral Pediatrics, bayi yang menggunakan baby walker malah lebih lambat bisa berjalannya. Daripada menggunakan alat, tentu gerakan berdiri-merambat-melangkah sendiri, tetap lebih baik dalam melatih otot dan tulang.
Jika dua benda tersebut memang sudah tidak dianjurkan pemakaiannya, lalu kenapa masih banyak ditemukan di pasaran? Ya, menurut saya, sih, sama saja seperti rokok. Meski sederet efek negatif sudah digembar-gembor, tetap saja rokok mudah ditemui di setiap sudut jalan.
Seperti biasa, (lagi-lagi) merupakan tugas kita sebagai orangtua untuk melakukan seleksi :)
Btw, apakah Mommies tahu apa lagi perlengkapan bayi yang sudah tidak dianjurkan? Monggo di-share, lho.







Sabtu, 08 Maret 2014

10 Kenyataan Tentang Junk Food Yang Selama Ini Dirahasiakan

10 Kenyataan Tentang Junk Food Yang Selama Ini Dirahasiakan
Dilansir iLyke.net, inilah beberapa kenyataan yang wajib kita tahu soal junk food. 

Fakta 1.
Tahukah Anda bahwa sambal dan sayap ayam yang biasanya dijual di resto fast food mengandung silicon dioxide atau pasir. Bahan tersebut membuatnya tetap crispy dan renyah. 
Fakta 2. 
Sebagian besar produsen daging kemasan mengolah daging dari ribuan sapi sekaligus. Resiko penularan penyakit tentunya cukup besar, oleh karena itu pabrik mengatasinya dengan memandikan sapi menggunakan gas amoniak. 
Fakta 3. 
Dulu lean beef atau daging sapi tanpa lemak dijadikan makanan untuk anjing. Tapi sekarang, lean beef kalengan juga dikonsumsi manusia. 
Fakta 4. 
Jika Anda makan makanan berwarna orange kecoklatan yang rasanya agak pahit, warna tersebut bukan berasal dari buah-buahan atau tanaman, melainkan dari urine berang-berang yang menjadi pewarna alami. Fakta 5. 
Carmine atau pewarna merah tua berasal dari organ dalam dactylopius coccus yang dihancurkan. 
Fakta 6. 
Sebagian restoran membuat roti sandwich dengan menambahkan bahan kimia amonnium sulfate untuk membuat ragi bekerja lebih maksimal sehingga roti benar-benar mengembang. 
Fakta 7. 
Tahukah Anda bahwa sebagian besar roti menggunakan l-cysteine, amino acid yang berasal dari bulu bebek dan rambut manusia untuk mengempukkan roti. 
Fakta 8. 
Sebagian besar makanan yang membutuhkan pelumas agar tetap moist (seperti mayonaise) mengandung propylene glycerol. Bahan tersebut dapat menyebabkan iritasi pada kulit dan mata. 
Fakta 9. 
Setelah mengetes bulu ayam potong, John Hopkins University menemukan banyak kandungan kimia yang berasal dari obat-obatan, kafein, serta makanan yang seharusnya tidak diberikan kepada ayam. Yeap, ayam tersebut sama seperti ayam yang biasa Anda konsumsi di fast food. 
Fakta 10. 
Sebagian besar restorant fast food menggunakan dimethylpolysiloxane sebagai salah satu bahan untuk memasak ayam. Dan bahan kimia tersebut biasanya digunakan juga untuk pembuatan silikon payudara. 


Sumber: http://bit.ly/1lE8DfW