Saat Hidup tidak lagi bersahabat dengan kita... Tetap lah "pegang erat Tangan Tuhan" Jangan pernah kau berpaling dari NYA, sebab TUHAN lah sumber pertolongan kita kemarin, hari ini , besok dan untuk selama-lama nya...

Jumat, 12 Juni 2009

Tentang Nangka

Kali ini saya akan mengulas tentang Nangka

Pohon Nangka



Nangka adalah nama sejenis pohon, sekaligus buahnya. Pohon nangka termasuk ke dalam suku Moraceae; nama ilmiahnya adalah Artocarpus heterophyllus. Dalam bahasa Inggris, nangka dikenal sebagai jackfruit.
Pohon nangka umumnya berukuran sedang, sampai sekitar 20 m tingginya, walaupun ada yang mencapai 30 m. Batang bulat silindris, sampai sekitar 1 m garis tengahnya. Tajuknya padat dan lebat, melebar dan membulat apabila di tempat terbuka. Seluruh bagian tumbuhan mengeluarkan getah putih pekat apabila dilukai.

Daun tunggal, tersebar, bertangkai 1-4 cm, helai daun agak tebal seperti kulit, kaku, bertepi rata, bulat telur terbalik sampai jorong (memanjang), 3,5-12 × 5-25 cm, dengan pangkal menyempit sedikit demi sedikit, dan ujung pendek runcing atau agak runcing. Daun penumpu bulat telur lancip, panjang sampai 8 cm, mudah rontok dan meninggalkan bekas serupa cincin.

Tumbuhan nangka berumah satu (monoecious), perbungaan muncul pada ketiak daun pada pucuk yang pendek dan khusus, yang tumbuh pada sisi batang atau cabang tua. Bunga jantan dalam bongkol berbentuk gada atau gelendong, 1-3 × 3-8 cm, dengan cincin berdaging yang jelas di pangkal bongkol, hijau tua, dengan serbuk sari kekuningan dan berbau harum samar apabila masak. Bunga nangka disebut babal. Setelah melewati umur masaknya, babal akan membusuk (ditumbuhi kapang) dan menghitam semasa masih di pohon, sebelum akhirnya terjatuh. Bunga betina dalam bongkol tunggal atau berpasangan, silindris atau lonjong, hijau tua.

Buah majemuk (syncarp) berbentuk gelendong memanjang, seringkali tidak merata, panjangnya hingga 100 cm, pada sisi luar membentuk duri pendek lunak. 'Daging buah', yang sesungguhnya adalah perkembangan dari tenda bunga, berwarna kuning keemasan apabila masak, berbau harum-manis yang keras, berdaging, terkadang berisi cairan (nektar) yang manis. Biji berbentuk bulat lonjong sampai jorong agak gepeng, panjang 2-4 cm, berturut-turut tertutup oleh kulit biji yang tipis coklat seperti kulit, endokarp yang liat keras keputihan, dan eksokarp yang lunak. Keping bijinya tidak setangkup.

Hasil dan Kegunaan
Nangka terutama dipanen buahnya. "Daging buah" yang matang seringkali dimakan dalam keadaan segar, dicampur dalam es, dihaluskan menjadi minuman (jus), atau diolah menjadi aneka jenis makanan daerah: dodol nangka, kolak nangka, selai nangka, nangka-goreng-tepung, keripik nangka, dan lain-lain. Nangka juga digunakan sebagai pengharum es krim dan minumnan, dijadikan madu-nangka, konsentrat atau tepung. Biji nangka, dikenal sebagai "beton", dapat direbus dan dimakan sebagai sumber karbohidrat tambahan.

Buah nangka muda sangat digemari sebagai bahan sayuran. Di Sumatra, terutama di Minangkabau, dikenal masakan gulai nangka. Di Jawa Barat buah nangka muda antara lain dimasak sebagai salah satu bahan sayur asam. Di Jawa Tengah dikenal berbagai macam masakan dengan bahan dasar buah nangka muda (disebut gori), seperti sayur lodeh, sayur megana, oseng-oseng gori, dan jangan gori (sayur nangka muda). Di Jogyakarta nangka muda terutama dimasak sebagai gudeg. Sementara di seputaran Jakarta dan Jawa Barat, bongkol bunga jantan (disebut babal atau tongtolang) kerap dijadikan bahan rujak atau jug di makan sebagai lalap dan disantap bersama dengan sambal cikur (kencur)

Babal alias tongtolang nangka


Daun-daun nangka merupakan pakan ternak yang disukai kambing, domba maupun sapi. Kulit batangnya yang berserat, dapat digunakan sebagai bahan tali dan pada masa lalu juga dijadikan bahan pakaian. Getahnya digunakan dalam campuran untuk memerangkap burung, untuk memakal (menambal) perahu dan lain-lain.

Kayunya berwarna kuning di bagian teras, berkualitas baik dan mudah dikerjakan. Kayu ini cukup kuat, awet dan tahan terhadap serangan rayap atau jamur, serta memiliki pola yang menarik, gampang mengkilap apabila diserut halus dan digosok dengan minyak. Karena itu kayu nangka kerap dijadikan perkakas rumah tangga, mebel, konstruksi bangunan, konstruksi kapal sampai ke alat musik. Dari kayunya juga dihasilkan bahan pewarna kuning untuk mewarnai jubah para pendeta Buddha.


Ekologi dan Ragam jenis
Nangka tumbuh dengan baik di iklim tropis sampai dengan lintang 25˚ utara maupun selatan, walaupun diketahui pula masih dapat berbuah hingga lintang 30˚. Tanaman ini menyukai wilayah dengan curah hujan lebih dari 1500 mm pertahun di mana musim keringnya tidak terlalu keras. Nangka kurang toleran terhadap udara dingin, kekeringan dan penggenangan.

Pohon nangka yang berasal dari biji, mulai berbunga pada umur 2-8 tahun. Sedangkan yang berasal dari klon mulai berbunga di umur 2-4 tahun. Di tempat yang cocok, nangka dapat berbuah sepanjang tahun. Akan tetapi di Thailand dan India panen raya terjadi antara Januari – Agustus, sementara di Malaysia antara April – Agustus atau September – Desember.

Varian nangka amat banyak jenisnya, baik dengan melihat perawakan pohon dan bagian-bagian tanamannya, rasa dan sifat-sifat buahnya, maupun sifat-sifat yang tak mudah dilihat seperti kemampuan tumbuhnya terhadap variasi-variasi lingkungan. Dari segi sifat-sifat buahnya, umum mengenal dua kelompok besar yakni:

* nangka bubur (Indonesia dan Malaysia), yang disebut pula sebagai khanun lamoud (Thailand), vela (Srilangka) atau koozha chakka (India selatan); dengan daging buah tipis, berserat, lunak dan membubur, rasanya asam manis, dan berbau harum tajam.
* nangka salak (Ind.), nangka belulang (Mal.), khanun nang (Thai), varaka (Srilangka), atau koozha pusham (India selatan); dengan daging buah tebal, keras, mengeripik, rasa manis agak pahit, dan tak begitu harum.

Nangka dapat berkawin silang dengan cempedak secara alami. Hasil silangannya dinamai nangka cempedak.
Ulasannya bisa di baca di http://64.203.71.11/kompas-cetak/0501/17/metro/1503556.htm

Asal-usul dan Penyebaran
Nangka diyakini berasal dari India, yakni wilayah Ghats bagian barat, di mana jenis-jenis liarnya masih didapati tumbuh tersebar di hutan hujan di sana. Kini nangka telah menyebar luas di berbagai daerah tropik, terutama di Asia Tenggara.

Nutrisi, Nilai per 100 gram porsi makanan
Air, 73.230 g
Energi, 94 kcal
Energi, 393 kj
Protein, 1.47 g
Total Lemak, 0.3 g
Karbohidrat, 24.01 g
Serat, 1.6 g
Ampas, 1 g
Mineral
Kalsium, Ca, 34 mg
Besi, Fe, 0.6 mg
Magnesium, Mg, 37 mg
Phospor, P, 36 mg
Potassium, K, 303 mg
Sodium, Na, 3 mg
Seng, Zn, 0.42 mg
Tembaga, Cu, 0.187 mg
Mangan, Mn, 0.197 mg
Selenium, Se, 0.6 mcg
Vitamin
Vitamin C, asam ascorbic, 6.7 mg
Thiamin, 0.03 mg
Riboflavin, 0.11 mg
Niacin, 0.4 mg
Vitamin B-6, 0.108 mg
Folate, 14 mcg
Vitamin B-12, 0 mcg
Vitamin A, 297 IU
Vitamin A, RE, 30 mcg_RE
Vitamin E, 0.15 mg_ATE
Lemak
Asam Lemak Jenuh, saturated, 0.063 g
Asam Lemak Tak Jenuh, monounsaturated, 0.04 g
Asam Lemak Tak Jenuh, polyunsaturated, 0.086 g
Kolesterol, 0 mg

Sumber : wikipedia.org, asiamaya.com

Resep olahan dari Nangka Muda
Sayur Gudeg Komplit

Bahan :
1 kg Nangka Muda,buang tengahnya,potong2 kecil
10 siung Bawang Merah
8 siung Bawang Putih
8 bj Kemiri
1 sdm Ketumbar Bubuk
1 sdm Lengkuas Bubuk
1/2 sdt Kunyit Bubuk
1 sdm Gula pasir
1/2 ons Gula Jawa/Aren
4 sdm Kecap manis
150 ml Santan Kental
1000 ml Air Matang
Penyedap rasa,secukupnya
Garam,secukupnya
Minyak Goreng,secukupnya

Cara Membuat :
- Rebus sampai empuk Nangka Muda, angkat tiriskan dan gepuk kasar supaya lunak,sisihkan
- Haluskan semua bahan bumbu kecuali : gula,kecap dan santan
- Tumis bumbu halus sampai harum
- Masukkan Nangka Muda,aduk rata sampai mengenai semua bagian dan rata
- Masukkan sebagian Air dan Santan Kental,aduk rata
- Masukkan Gula Pasir,Gula Jawa,Kecap,Penyedap Rasa dan masukkan sisa air
- Masak sampai air mengering, jangan lupa selalu di aduk agar bumbu meresap rata
- Bila suka berkuah , sisakan air nya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar